Kepsek SDN 1 Karanganyar Terkesan Angkuh Sama Wartawan 

Indramayu, Nusantaranews86.id – Sebagai Pejabat Teknis yang digaji oleh negara atau yang mengelola uang dari negara seperti Dana Operasional Sekolah ( BOS ) seharusnya terlihat sopan dan ramah apabila ada pihak yang menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi ) baik dari LSM ,Ormas maupun Media dikarenakan sebagai sosial kontrol.

Pada saat itu awak media yang mencoba mengunjungi suatu instansi sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 1 Karanganyar kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Jawa Barat hendak melakukan tupoksi sosial kontrol selaku Wartawan Nusantara news86.id sekaligus salah satu Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia ( PPWI) Senin 18 Juli 2022 tidak menemui Kepala sekolah dan disambut oleh guru atau pihak sekolah tersebut.

” Maaf Pak dari mana dan ada kepentingan apa kalau boleh tahu mana Kartu Anggota Pers nya ” ucap guru saat itu yang belum sempat tahu namanya.

‘Duduk saja dulu jangan berdiri dan kebetulan ibu kepsek tidak ada sedang dinas keluar kalau boleh tahu ada keperluan apa nanti saya sampaikan atau besok lagi saja kesini ” ucapnya dengan nada ketus.

Pada hari dan tanggal yang berbeda, awak media mencoba mendatangi kembali sekolah dimaksud, dengan harapan bisa bertemu dengan kepsek SDN 1 Karanganyar tersebut untuk wawancara terkait Anggaran Dana Operasional Sekolah ( BOS ) Tahun Anggaran 2020 dan 2021 yang pada saat itu semua khususnya Dinas Pendidikan Baik jenjang tingkat dasar maupun tingkat atas semuanya memakai proses belajar daring tidak tatap muka.

Selepas itu bertemulah dengan kepsek tersebut dengan disambut terkesan angkuh dan sombong saat awak media mengucapkan salam dan disuruh duduk dengan muka yang terlihat kurang bersahabat.

” Ya kamu kan yang kemarin datang ke SDN Ilir Kecamatan Kandanghaur itu ada maksud dan tujuan apa ” kata Sri Eliyati S.pd selaku Kepsek SDN 1 Karanganyar dengan nada cetus.

” Jumlah siswa saat ini 288 siswa berikut hasil jejaring siswa melalui PPDB dan untuk jumlah siswa yang lulus sejumlah 50 orang kalau pengen tahu jumlah Dana Bos tinggal kalikan saja persiswa 900 ribu ” ketusnya.

“Lagian tidak ada hak untuk koreksi Dana Bos tersebut yang berhak adalah pihak terkait yakni Inspektorat bukan kamu, ” ucapnya dengan nada yang kurang bersahabat.

 

Menyikapi hal itu Ketua Dpc PPWI Kabupaten Indramayu Ahmad Warjani menyayangkan sikap serta ucapan seorang kepala sekolah dimana yang seharusnya selaku kepala dari pada guru- guru pengajar bisa menjadikan suri teladan bagi bawahan serta anak didiknya.

” Kalau memang demikian adanya, saya sangat prihatin dengan keadaan moral seorang kepala sekolah tersebut, dan sangat menyayangkan sikap serta ucapan seorang kepala sekolah, dimana yang seharusnya selaku kepala dari pada guru- guru pengajar bisa menjadikan suri teladan baik bagi bawahan serta anak didiknya, lebih lagi cara dalam menghormati tamu,” Ucapnya

 

Dirinya juga menambahkan, ” Dan apa jadinya nanti para generasi anak bangsa ini, jika mental dan moral seorang guru atau kepala sekolah demikian, menyikapi hal ini, kami akan coba bawa hal tersebut ke dinas pendidikan kabupaten Indramayu, selain itu juga kami juga akan datangi inspektorat Indramayu, untuk menggali informasi lebih lanjut tentang kebenaran pernyataan sang Kepsek tersebut, ” tutupnya

 

Atim Sawano

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *