Semerawut Petugas ERU Elephant Respon Unit

Lampung, nusantaranews86.id – SALAH satu N G O yang terbentuk pada tahun 2011 di pelopori oleh NAZARUDIN selaku KOORDINATOR yang berada di taman nasional way kambas yang fungsi utamanya untuk penanggulangan gajah liar menggunakan gajah jinak agar tidak terjadi konflik dengan warga masyarakat di sekitar kawansan tnwk.

ERU memiliki 4 camp(post)tersebar di beberapa wilayah TNWK.di antaranya.
Wilayah bungur camp bungur,camp tegal yoso. Wilayah margayu ada 1 camp margayu .wilayah braja harjo sari ada 1 camp harjo sari.
Dan masing2 camp smuanya menggunakan gajah jinak milik TNWK. Tergantung pada kebutuhan wilayahnya seperti camp braja harjo sari menggunakan 6 ekor gajah jinak.dengan 6 orang pawang masing2 pawang yang berstatus PNS(pegawai negri sipil)dan 6 asisten pawang.

Fungsi utama dari ERU adalah PENANGGULANGAN GAJAH LIAR MEnggunakan gajah jinak agar supaya tidak terjadi konflik dengan manusia.agar supaya gajah liar tidak keluar dari kawasan hutan tnwk masuk ke perkampungan warga yang berdekatan dengan hutan TNWK.
yang mana gajah liar ini sering masuk ke wilayah perkampungan dan merusak tanaman warga,

namun indikasinya sampai pada saat ini ERU belom Menunjuk kinerja yang maksimal dengan bukti Gajah liar Masih kluar masuk kawasan perkampungan masyarakat

beberapa bulan lalu misalnya GALI masih sering keluar dari kawasan hutan TNWK dan masuk ke perkampungan warga hingga merusak tanaman warga hingga mengakibatkan korban jiwa.
seorang warga meninggal dunia terinjak oleh gajah liar seperti yang terjadi di desa tegal yoso kecamatan purbo linggo lampung timur.ini semestinya menjadi perhatian bagi ERU sendiri sesuai dengan tupoksi didirikannya ERU sebagai lembaga yang bertugas menekan konflik gajah liar.

Salah satu nara sumber yang tak ingin namanya di sebutkan ktika di konfirmasi oleh awak media soal oendanaan ERU mengatakan bahwa pendanaan atau sumber dana ERU dari LuAr negri yaitu america dan germani yang cukup besar.

Saat di konfirmasi oleh awak media apakah ERU hanya ada di kawasan TNWK saja atau ada dibtempat lain beliau mengatakan ERu juga ada di TNBBS(taman nasional bukit barisan) lampung barat.
Ada berapa camp ERU di TBBS”owh gak tau saya mas ada berapa camp di sana”ucapnya.

Tapi mas sekitar 6 atau 7 tahun lalu gajah kita yang dari TNWK yang namanya YONGKI (pawangnya bernama HERU) YANG memiliki gading cukup panjang dan besar mati di sana mas ketembak pemburu,tapi kasusnya sampai sekarang gak jelas juga mas”

Hasil penelusuran oleh team media ada beberapa permasalahan yang sudah terjadi di ERU yang sampai saat ini belom jelas penyelesainnya.

Seperti pada tahun 2012 ada salah satu pekerja ERU sdr RIO terjadi kecelakaan saat bekerja memandikan gajah yang bernama SALMON,
Rio mengalami luka serius di leher sampai tembus terkena tusukan Gading gajah SALMON.
Dan RIO sempat di rawat di RS ADVENT bandar lampung selama kurang lebih satu bulan.
RIO sempat mengalami hilang suara saat bicara selama kurang lebih 3 bulan,di karenakan luka pada pita suara akibat tusukan gading gajah SALMON.
Mirisnya cerita Dari RIO bahwa selama berobat jalan setelah satu bulan DI RS advent pembiayaan itu menggunakan biaya sendiri yang tidak sama sekali di bantu oleh ERU.
Saat Rio menanyakan SOAL pembiayaan perobatan ke pengelola NAZARUDIN selaku manager ERU.tidak menuai hasil.
Boro boro ada hasil bang wong setelah kejadian saya langsung di pecat kok dari ERU.dan ada gaji saya 3 atau bulan itu enggak di bayar. Tambah RIo.

Team media pun mendapatkan informasi bahwa kisaran tahun 2018 atau 2019 ada gajah jinak milik TNWK yang di pelihara oleh ERU hilang bagai misteri hilang tanpa jejak,GaJAh tersebut Beranama RENGGO dengan pawang PENGASUH bernama ALPIAN.
Sampai saat ini pun RENGGO tidak temukan.

Yang anehnya tidak ada sangsi yang di berikan pihak TNWK atas kejadian gajah jinak yang hilang dalam pengelolaan ERU.(Tri/Amir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *