Penularan Penyakit DBD Di Kabupaten Mempawah Cenderung  Meningkat

Mempawah, Nusantaranews86.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah bentuk demam berdarah (DB) yang dapat mengancam jiwa. DBD adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Berdasarkan data kasus DBD di Kabupaten Mempawah, per tanggal 20 November 2023 sebanyak 814 kasus dengan angka kematian 11 orang, dan CFR 1.4.

Hal ini dikaitkan dengan datangnya di musim penghujan seperti saat ini, disinyalir menjadi faktor resiko penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albapictus.

Bacaan Lainnya

Ini Ungkapan yang disampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah. Harun Arrasyid, S.KEP.Ns selaku Kepala Bidang Pencegahan Penyakit (P2P) menjelaskan.” Kemungkinan akan ada penambahan dalam minggu- minggu ini dari data bulan Januari s/d 20 November 2023 sebanyak 814 Kasus akan menjadi 900 kasus bahkan bisa mencapai 1000 kasus,” sebut Harun AR-Rasyid.

Tambah Harun.” Terkait dana anggaran penanggulangan DBD sebesar Rp 38 Juta rupiah, sudah habis pada bulan Oktober 2023, dan kami sudah ada penambahan 50 (lima puluh) tempat tidur di Rumah Sakit RUBINI”.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penularan penyakit DBD yang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albapictus. Maka sarang nyamuk Aedes aegypti tersebut, hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD melalui 3 M. Oleh sebab itu, biasakan perilaku hidup sehat dengan lingkungan yang bersih,” Tuturnya.

Salah satu warga Mempawah, yang minta dirahasiakan namanya menuturkan.” Kami sangat menyayangkan terhadap kinerja  Pemerintah Daerah/Pemda Mempawah, dalam penanganan penyakit virus Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat sebanyak 814 kasus dengan angka kematian 11 orang. bahkan diindikasi bisa mencapai 1000 kasus,” sebutnya.

“Kami sangat menyesalkan kepada Bupati Mempawah Erlina, S.H,.M.H dimana penyebaran virus DBD meningkat bahkan angka kematian sebanyak 11 orang, namun pada hari Minggu (26/11/2023) Erlina mengadakan acara Family Gathering bersama RT/RW se- Kabupaten Mempawah, berlokasi di Kota Singkawang, terindikasi menghabiskan anggaran Puluhan Juta rupiah bahkan mencapai ratusan juta rupiah”.

“Mengingat masyarakat membutuhkan pelayanan untuk pencegahan penyebaran virus infeksi DBD, namun sangat mirisnya dana anggaran untuk pencegahan DBD…???. Akan tetapi anggaran untuk acara tersebut yang terkesan tidak ada azas manfaat bagi kepentingan masyarakat diselenggarakan secara besar-besaran,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *